Binatang sering diidentikkan dengan hal-hal yang buruk, kejam dan liar. Orang jahat, orang sadis, orang culas biasa dijuluki “Seperti Binatang!”

Sekejam-kejamnya binatang, tidak ada yang sampai tega menganiaya anaknya sendiri; atau bahkan membunuh anaknya sendiri. Hanyalah manusia yang berbuat begitu.
Sejahat-jahatnya binatang, tidak ada yang sampai berkhianat; kasak-kusuk lalu menusuk dari belakang. Hanya manusia yang berbuat begitu. Sejarah umat manusia banyak diwarnai kisah pengkianatan ala Brutus (yang berkhianat terhadap sahabatnya, Julius Caesar) dan tipu muslihat ala Ken Arok (yang mengawini Ken Dedes dan membunuh Tunggul Ametung, suaminya).
Dalam buku The Jungle Book, karangan Rudyard Kipling, dikisahkan ada seorang bayi manusia yang semenjak kecil diasuh oleh sekawanan kera. Ia tumbuh dilingkungan hutan dan akrab dengan perilaku binatang. Ketika suatu waktu ia ditemukan oleh manusia, dan diajak ke peradabannya, ia lantas menyesal.
“Lebih baik saya menjadi binatang lagi,” katanya. “Binatang membunuh untuk makan atau mempertahankan hidupnya, sedangkan manusia membunuh karena iri hati, dengki, kebencian, dendam harta dll “.
Sumber : http://hermansyah.info/binatang/





