Showing posts with label router. Show all posts
Showing posts with label router. Show all posts

Pada kesempatan yang sebelumnya saya pernah memposting artikel tentang "Konfigurasi Router menggunakan Routing Information Protocol (RIP)". Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk memposting tentang Konfigurasi Router dengan menggunakan Routing Protocol yang berbeda sesuai dengan janji saya sebelumnya, yaitu menggunakan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP). EIGRP merupakan pengembangan dari Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) yang memiliki jumlah Maksimum hop sebanyak 255 hop, dibandingakan dengan Routing Information Protocol (RIP) yang hanya memiliki jumlah maksimum hop sebanyak 15 hop.

EIGRP biasa digunakan pada Sistem jaringan yang memiliki Network yang berskala besar. Selain itu juga, pada Router EIGRP, pada saat kita mengkonfigurasinya, kita tidak perlu memperkenalkan Network-Nework yang terhubung pada Router tetangga yang sudah tersimpan pada Routing Tablenya. Pada Router EIGRP ini, akan mencari sendiri Routing Table dari Router-Router tetangganya.

Di dalam EIGRP juga, kita mengenal yang namanya Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk membuat semua Router yang berada pada AS yang sama berada dalam satu lingkup area sehingga dapat melakukan Komunikasi Data dari Sumber sampai ke Tujuan. Apabila masing masing Router di set dengan menggunakan AS yang berbeda, maka antara Router tersebut tidak dapat saling melakukan pertukaran data.

Dalam Router EIGRP juga mendukung yang namanya VLSM (Variable Lenght Subnet Mask) dimana mengijinkan jalur-jalur secara otomatis diringkas pada batas angka Network..Pada EIGRP juga tidak melakukan update secara periodik, tetapi akan melakukan Update apabila terjadi perubahan pada Routing Table.

Dibawah ini merupakan contoh konfigurasi Router dengan menggunakan EIGRP, desain jaringan beserta IP yang digunakan pada pembahasan kali ini sengaja saya buat sama dengan desain jaringan pada artikel saya sebelumnya yang berjudul "Konfigurasi Router Menggunakan Protokol Routing Information Protocol (RIP)". Tujuan saya agar kawan-kawan pembaca sekalian dapat membandingkan konfigurasi antara kedua Routing Protocol ini, berikut adalah desain dan konfigurasi menggunakan Routing Protocol EIGRP :




LAN A :
IP 20.20.20.2
Subnet Mask 255.0.0.0
Gateway 20.20.20.1


LAN B :
IP 198.100.100.2
Subnet Mask 255.255.255.0
Gateway 198.100.100.1


LAN C :
IP 150.140.140.2
Subnet Mask 255.255.0.0
Gateway 150.140.140.1


LAN D :
IP 135.135.135.2
Subnet Mask 255.255.0.0
Gateway 135.135.135.1

ROUTER 1 :
fast ethernet 0/0 : 20.20.20.1
serial 0/0/0 :140.140.140.1
serial 0/0/1 : 200.200.200.1


ROUTER 2 :
fast ethernet 0/0 : 198.100.100.1
serial 0/0/0 :140.140.140.2
serial 0/0/1 : 10.10.10.1


ROUTER 3 :
fast ethernet 0/0 : 150.140.140.1
serial 0/0/0 :10.10.10.2
serial 0/0/1 : 7.7.7.1


ROUTER 4 :
fast ethernet 0/0 : 135.135.135.1
serial 0/0/0 :200.200.200.2
serial 0/0/1 : 7.7.7.2

Konfigurasinya adalah sebagai berikut :

ROUTER 1 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router1
router1(config)#interface fastethernet0/0
router1(config-if)#ip address 20.20.20.1 255.0.0.0
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#interface serial0/0/0
router1(config-if)#ip address 140.140.140.1 255.255.0.0
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#interface serial0/0/1
router1(config-if)#ip address 200.200.200.1 255.255.255.0
router1(config-if)#clock rate 64000
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#router eigrp 10
router1(config-router)#network 20.0.0.0
router1(config-router)#network 140.140.0.0
router1(config-router)#network 200.200.200.0
router1(config-router)#exit
router1(config)#exit


ROUTER 2 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router2
router2(config)#interface fastethernet0/0
router2(config-if)#ip address 198.100.100.1 255.255.255.0
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#interface serial0/0/0
router2(config-if)#ip address 140.140.140.2 255.255.0.0
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#interface serial0/0/1
router2(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.0.0.0
router2(config-if)#clock rate 64000
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#router eigrp 10
router2(config-router)#network 198.100.100.0
router2(config-router)#network 140.140.0.0
router2(config-router)#network 10.0.0.0
router2(config-router)#exit
router2(config)#exit



ROUTER 3 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router3
router3(config)#interface fastethernet0/0
router3(config-if)#ip address 150.140.140.1 255.255.0.0
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#interface serial0/0/0
router3(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.0.0.0
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#interface serial0/0/1
router3(config-if)#ip address 7.7.7.1 255.0.0.0
router3(config-if)#clock rate 64000
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#router eigrp 10
router3(config-router)#network 150.140.0.0
router3(config-router)#network 10.0.0.0
router3(config-router)#network 7.0.0.0
router3(config-router)#exit
router3(config)#exit


ROUTER 4 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router4
router4(config)#interface fastethernet0/0
router4(config-if)#ip address 135.135.135.1 255.255.0.0
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#interface serial0/0/0
router4(config-if)#ip address 200.200.200.2 255.255.255.0
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#interface serial0/0/1
router4(config-if)#ip address 7.7.7.2 255.0.0.0
router4(config-if)#clock rate 64000
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#router eigrp 10
router4(config-router)#network 135.135.0.0
router4(config-router)#network 200.200.200.0
router4(config-router)#network 7.0.0.0
router4(config-router)#exit
router4(config)#exit

Diatas tadi merupakan konfigurasi dari Router yang menggunakan Routing Protocol EIGRP. Kita dapat melihat diatas, bahwa masing-masing Router memiliki Autonomous System (AS) yang sama, yaitu 10. Yang menandakan bahwa Router-Router tersebut berada dalam satu lingkup yang sama. Apabila kita membandingkan dengan konfigurasi menggunakan Routing Information Protocol (RIP), pada EIGRP ini, kita tidak perlu menuliskan lagi Network-Network yang terhubung pada Router-Router tetangga, karena pada EIGRP ini, akan mencari sendiri Routing Table dari Router tetangganya. Selain itu juga EIGRP dapat mengatasi masalah pada RIP dalam hal keterbatasan jumlah hop maksimum yang dimiliki oleh RIP.

Mungkin untuk sementara itu saja yang bisa saya berikan pada kesempatan kali ini, mudah-mudahan dapat menambah Referensi dari kawan-kawan pembaca sekalian....

Kata bijak Hari ini "Atasilah satu kesulitan, maka anda akan terhindar dari kesulitan yang lain. Jangan dulu mengatakan TIDAK BISA jika anda belum MENCOBA, PROSES anda dalam menjadi BISA yang akan menentukan. Jadi tetap semangat..dan Yakin Usaha Sampai.


Selengkapnya...


Pada kesempatan yang lalu, saya telah memposting tentang pengenalan terhadap ROUTER, saya yakin kawan-kawan pembaca telah dapat memahami apa fungsi utama dari router tersebut. Sekarang pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk mengulas sedikit tentang konfigurasi router menggunakan Protokol Routing Information Protocol (RIP).

Seperti yang saya bahas pada artikel tentang ROUTER yang lalu, bahwa ada beberapa macam jenis Routing Protocol, Antara lain: RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dll. Dari masing - masing Routing Protocol tersebut memiliki konfigurasi yang agak berbeda. Jika ada waktu, setelah menyelesaikan Konfigurasi Router menggunakan Protocol Routing Information Protocol (RIP) ini, saya akan mencoba untuk membagi tentang bagaimana cara untuk mengkonfigurasi Router menggunakan Routing Protocol yang lain....Insya Allah.....

Adapun kasus desain dari jaringan yang akan kita konfigurasi adalah seperti pada gambar dibawah ini:


Seperti yang bisa kita lihat pada gambar di atas, bahwa terdapat 8 Network Address yang berbeda, mulai dari Kelas A, B dan C. yang artinya bahwa untuk dapat berkomunikasi antara LAN pada desain jaringan di atas, hanya dapat dilakukan dengan menggunakan media penghubung yang dinamakan ROUTER. yang perlu kita perhatikan pada Konfigurasi ini, kita harus menggambar Pemetaan Jaringan yang akan kita desain beserta NETWORK dan IP pada masing - masing host untuk menghidari kemungkinan kesalahan pada saat Konfigurasi nanti. Berikut merupakan daftar IP secara lengkap dari gambar rangkaian di atas, yaitu :




LAN A :
IP 20.20.20.2
Subnet Mask 255.0.0.0
Gateway 20.20.20.1


LAN B :
IP 198.100.100.2
Subnet Mask 255.255.255.0
Gateway 198.100.100.1


LAN C :
IP 150.140.140.2
Subnet Mask 255.255.0.0
Gateway 150.140.140.1


LAN D :
IP 135.135.135.2
Subnet Mask 255.255.0.0
Gateway 135.135.135.1

ROUTER 1 :
fast ethernet 0/0 : 20.20.20.1
serial 0/0/0 :140.140.140.1
serial 0/0/1 : 200.200.200.1


ROUTER 2 :
fast ethernet 0/0 : 198.100.100.1
serial 0/0/0 :140.140.140.2
serial 0/0/1 : 10.10.10.1


ROUTER 3 :
fast ethernet 0/0 : 150.140.140.1
serial 0/0/0 :10.10.10.2
serial 0/0/1 : 7.7.7.1


ROUTER 4 :
fast ethernet 0/0 : 135.135.135.1
serial 0/0/0 :200.200.200.2
serial 0/0/1 : 7.7.7.2

Di atas tadi merupakan IP yang akan digunakan dalam konfigurasi sesuai dengan Network Address yang telah ditentukan pada gambar di atas. Untuk diketahui bahwa Protocol RIP ini merupakan jenis Routing Protocol Distance Vektor, dimana akan mengirimkan paket dari Sumber ke Tujuan berdasarkan jumlah Hop atau loncatan paling sedikit. RIP sendiri mempunyai keterbatasana Hop yang akan dilalui oleh sebuah paket, yaitu sebanyak 15 Hop yang diijinkan, jadi apabila sampai 16 kali Hop, maka Paket tersebut tidak dapat diteruskan ke tujuannya. Berdasarkan uraian tadi, dapat disimpulkan bahwa Yang kita akan konfigurasi ini yaitu merupakan router Dynamic, dimana router akan menentukan jalurnya sendiri untuk mengirimkan paket sampai ke tujuan.

Setelah uraian yang saya paparkan tadi diatas, maka sekarang waktunya kita mengkonfigurasi router dengan menggunakan PC Console yang kita gunakan khusus untuk mengkonfigurasi router menggunaka hyper terminal. Berikut konfigurasi dari masing-masing router :

ROUTER 1 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router1
router1(config)#interface fastethernet0/0
router1(config-if)#ip address 20.20.20.1 255.0.0.0
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#interface serial0/0/0
router1(config-if)#ip address 140.140.140.1 255.255.0.0
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#interface serial0/0/1
router1(config-if)#ip address 200.200.200.1 255.255.255.0
router1(config-if)#clock rate 64000
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#router rip
router1(config-router)#network 20.0.0.0
router1(config-router)#network 140.140.0.0
router1(config-router)#network 200.200.200.0
router1(config-router)#exit
router1(config)#ip host router2 198.100.100.1 140.140.140.2 10.10.10.1
router1(config)#ip host router3 150.140.140.1 10.10.10.2 7.7.7.1
router1(config)#ip host router4 135.135.135.1 200.200.200.2 7.7.7.2
router1(config)#exit


ROUTER 2 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router2
router2(config)#interface fastethernet0/0
router2(config-if)#ip address 198.100.100.1 255.255.255.0
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#interface serial0/0/0
router2(config-if)#ip address 140.140.140.2 255.255.0.0
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#interface serial0/0/1
router2(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.0.0.0
router2(config-if)#clock rate 64000
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#router rip
router2(config-router)#network 198.100.100.0
router2(config-router)#network 140.140.0.0
router2(config-router)#network 10.0.0.0
router2(config-router)#exit
router2(config)#ip host router1 20.20.20.1 140.140.140.1 200.200.200.1
router2(config)#ip host router3 150.140.140.1 10.10.10.2 7.7.7.1
router2(config)#ip host router4 135.135.135.1 200.200.200.2 7.7.7.2
router2(config)#exit



ROUTER 3 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router3
router3(config)#interface fastethernet0/0
router3(config-if)#ip address 150.140.140.1 255.255.0.0
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#interface serial0/0/0
router3(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.0.0.0
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#interface serial0/0/1
router3(config-if)#ip address 7.7.7.1 255.0.0.0
router3(config-if)#clock rate 64000
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#router rip
router3(config-router)#network 150.140.0.0
router3(config-router)#network 10.0.0.0
router3(config-router)#network 7.0.0.0
router3(config-router)#exit
router3(config)#ip host router1 20.20.20.1 140.140.140.1 200.200.200.1
router3(config)#ip host router2 198.100.100.1 140.140.140.2 10.10.10.1
router3(config)#ip host router4 135.135.135.1 200.200.200.2 7.7.7.2
router3(config)#exit


ROUTER 4 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router4
router4(config)#interface fastethernet0/0
router4(config-if)#ip address 135.135.135.1 255.255.0.0
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#interface serial0/0/0
router4(config-if)#ip address 200.200.200.2 255.255.255.0
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#interface serial0/0/1
router4(config-if)#ip address 7.7.7.2 255.0.0.0
router4(config-if)#clock rate 64000
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#router rip
router4(config-router)#network 135.135.0.0
router4(config-router)#network 200.200.200.0
router4(config-router)#network 7.0.0.0
router4(config-router)#exit
router4(config)#ip host router1 20.20.20.1 140.140.140.1 200.200.200.1
router4(config)#ip host router2 198.100.100.1 140.140.140.2 10.10.10.1
router4(config)#ip host router3 150.140.140.1 10.10.10.2 7.7.7.1
router4(config)#exit

Ya...ternyata lumayan juga nih kalau kita mengkonfigurasi 4 buah router...hehehe...so...kita harus teliti, terutama untuk IP, dan kita pun harus paham mengenai IP itu sendiri..Insya Allah dilain kesempatan, saya juga akan mencoba membahas tentang IP....

Mudah-mudahan artikel ini bisa menambah referensi dan membatu kawan-kawan pembaca sekalian...mungkin hanya ini yang dapat saya tulis pada kesempatan kali ini

Kata Bijak Hari ini:"Kita tahu bahwa kita harus menyelesaikan sesuatu, kita tahu bahwa apabila kita tidak menyelesaikannya maka akan berakibat masalah yang sangat besar bagi kita, dan kita tahu bahwa kita belum mengerjakannya..jadi PANTANG ulur waktu kawan"

Semoga bermanfaat...Good Luck untuk semua & Yakin Usaha Sampai........


Selengkapnya...

Router



Setelah sekian lama, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan untuk memposting artikel yang saya rasa dapat berguna bagi para pembaca sekalian. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk berbagi ilmu tentang “Jaringan Komputer”. Yang akan saya angkat pada artikel kali ini yaitu tentang ROUTER….

Kawan-kawan mungkin sebagian akan bertanya, sebenarnya jenis makanan apa sih router ini..hmm.. ternyata router merupakan suatu atau salah satu device yang juga dibutuhkan dalam suatu jaringan komputer. Lalu fungsinya untuk apa?? Fungsi router yang paling mendasar yaitu untuk menghubungkan dua buah atau lebih jaringan yang berbeda. Misalnya ada 2 buah LAN, LAN pertama menggunakan Alamat Network 10.0.0.0 (Kelas A) dan LAN kedua menggunakan Alamat Network 200.200.200.0 (Kelas C), tentu saja apabila salah satu host yang berada pada LAN 1 angin berkomunikasi dengan salah satu host yang berada pada LAN 2 tidak akan bisa untuk berkomunikasi apabila kita menggunakan consentrator (SWITCH/HUB),dikarenakan kedua buah LAN tersebut menggunakan 2 Alamat Network yang berbeda.

Jadi untuk mengatasi masalah diatas, digunakanlah yang namanya Router, sebagai penghubung atau jembatan agar kedua LAN yang memiliki 2 buah alamat yang berbeda tadi dapat saling berkomunikasi dan saling bertukar data. Dibawah ini merupakan contoh koneksi 2 buah LAN yang diceritakan diatas tadi.

Mungkin kawan-kawan sekalian pernah mengenal yang namanya OSI (Open System Interconnection) layer….ada 7 lapisan dalam OSI layer, yaitu secara berurut mulai dari lapisan yang paling bawah yaitu Physcal layer, Data Link layer, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer dan Aplication Layer..


Nah…sekarang yang menjadi pertanyaan..di layer manakah yang namanya ROUTER itu bekerja..Pada OSI layer yang telah disebutkan di atas, Router bekerja di layer ke tiga yaitu layer Network. Mengapa di layer ke tiga? Karena router sendiri sudah mengenal yang namanya IP. Sehingga ketika paket data melewati sebuah router, maka paket tersebut akan diterima oleh interface router, alamat IP tujuan akan diperiksa. Jika paket tidak ditujukan untuk router tersebut, maka router akan melakukan pengecekan alamat network tujuan pada routing table yang dimilikinya. Pada saat router memilih interface keluar untuk paket tersebut, paket akan dikirim ke interface tersebut untuk di bungkus menjadi frame data dan dikirimkan keluar jaringan lokal. Jika router tidak menemukan entri tujuan untuk paket, maka paket tersebut akan dibuang.

Dalam proses diatas tadi, tidak lepas juga dari yang namanya Routing IP, yaitu suatu proses memindahkan paket dari suatu network ke network lain dengan menggunakan router. Selain itu juga ada yang namanya Routing Prototco, yaitu digunakan oleh router untuk secara dinamis menemukan sebuah network di sebuah internetwork, dan memastikan semua router memiliki routing table yang sama. Pada dasarnya, sebuah routing protocol menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork. Contoh dari routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.


Jadi setelah sedikit penjelasan diatas, saya harap kawan-kawan semua yang membaca, dapat menarik kesimpulan dan dapat memahami tentang fungsi sebenarnya dari router. Dan mudah-mudahan dapat berguna bagi para pembaca sekalian.


Terima kasih…..tetap semangat , Yakin Usaha Sampai…dan Good Luck untuk semuanya. OK.

Selengkapnya...